Mengenal Penyakit Typhus, yang Ternyata Sangat Menular

Penyakit typhus adalah penyakit yang sangat menular, seperti apa penjelasannya mari kita simak artikel berikut ini.

Tugas ibu sungguhlah mulia dan membutuhkan seluruh pikiran dan cinta kita. Bila ada anggota keluarga yang sakit terutama anak-anak, ibulah yang paling kerepotan merawatnya. Sehingga untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga ibu juga perlu pengetahuan kesehatan. Berbagai penyakit disebabkan oleh kuman (bakteri, virus, jamur dll) ada yang bersifat mudah menular dan ada juga yang tidak menular. Untuk penyakit tidak menular bersifat khronis dan biasanya berupa penyakit khusus yang butuh penanganan khusus. Sedangkan penyakit menular bersifat akut dan perlu penanganan segera.

bakteri typhus

Sebagian kuman yang berbahaya hanya dapat hidup dalam tubuh manusia dan untuk melangsungkan kehidupan kuman tersebut harus pindah dari orang yang telah terinfeksi kepada orang yang sehat yang belum kebal terhadap kuman tersebut. Kuman mempunyai banyak cara untuk berpindah, bisa melalui tangan, percikan ludah, sekresi hidung, benda-benda mati, alat-alat makan, feses ke mulut atau dari feses ke kulit, kontak langsung, makanan, keracunan makanan dan darah.

Penyakit tipes (typhus) merupakan salah satu penyakit menular yang penularannya melalui makanan yang mengandung Bakteri Salmonella diantaranya yang dikenal adalah Penyebab penyakit ini adalah Salmonella typhi, Salmonella para typhii A, dan Salmonella paratyphii B. Basil gram negatif, bergerak dengan rambut getar, tidak berspora, mempunyai 3 macam antigen yaitu antigen O, antigen H, dan antigen VI. Dalam serum penderita terdapat zat (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Kuman tumbuh pada suasan aerob dan fakultatif anaerob pada suhu 15 – 41°C (optimum 37°C) dan pH pertumbuhan 6 – 8.

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang selalu ada di masyarakat (endemik) di Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa. Merupakan penyebab utama infeksi usus pada manusia dan hewan. Setiap tahun diseluruh dunia terdapat sekitar 17.000.000 kasus dengan 600.000 kematian. Jika tidak segera diobati, 10-20% penderita penyakit tersebut dapat berakibat fatal. Sekitar 2% dari penderita menjadi carrier (pembawa). Di Indonesia, diperkirakan antara 800 – 100.000 orang terkena penyakit tifus atau demam tifoid sepanjang tahun. Demam ini terutama muncul di musim kemarau dan konon anak perempuan lebih sering terserang, Diperkirakan angka kejadian penyakit ini adalah 300 – 810 kasus per 100.000 penduduk/tahun. Insiden tertinggi didapatkan pada anak-anak, peningkatan kasus saat ini terjadi pada usia dibawah 5 tahun.. Orang dewasa sering mengalami infeksi ringan dan sembuh sendiri lalu menjadi kebal. Insiden penderita berumur 12 tahun keatas adalah 70 – 80%, penderita umur antara 12 dan 30 tahun adalah 10 – 20%, penderita antara 30 – 40 tahun adalah 5 – 10%, dan hanya 5 – 10% diatas 40 tahun.

Sumber penularan: Kebanyakan penyakit typus ditularkan melalui kotoran. Termasuk kuman yang hidup normal dalam usus hewan, ternak dan reptil, sumber daging unggas unggas kurang matang, telur , melalui anjing, kucing, makanan dan minuman tercemar (batu es), dari carrier yaitu orang sehat tetapi membawa kuman.

Patofisiologi: Infeksi masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, infeksi terjadi pada saluran pencernaan. Basil di usus halus melalui pembuluh limfe masuk ke dalam peredaran darah sampai di organ-organ terutama hati dan limfa sehingga membesar dan disertai nyeri. Basil masuk kembali ke dalam darah (bakterimia) dan menyebar ke seluruh tubuh terutama kedalam kelenjar limfoid usus halus  menimbulkan tukak berbentuk lonjong pada mukosa usus. Tukak dapat menyebabkan perdarahan dan perforasi usus. Jika kondisi tubuh dijaga tetap baik, akan terbentuk zat kekebalan atau antibodi. Dalam keadaan seperti ini, kuman typhus akan mati dan penderita berangsur-angsur sembuh.

Masa tunas: 1-2 minggu. Masa inkubasi rata-rata 2 minggu : Demam berangsur-angsur naik selama minggu pertama. Demam terjadi terutama pada sore dan malam hari (febris remitten). Pada minggu 2 dan 3 demam terus menerus tinggi (febris kontinue) dan kemudian turun berangsur-angsur.

Gangguan gastrointestinal, bibir kering dan pecah-pecah, lidah kotor-berselaput putih dan pinggirnya hiperemis, perut agak kembung dan mungkin nyeri tekan, bradikardi relatif, kenaikan denyut nadi tidak sesuai dengan kenaikan suhu badan.

Tanda dan Gejala Penyakit Demam Typhus (Tifoid )

* Gejala-gejala dapat dalam beberapa bentuk:

1. Keracunan makanan (salmonellosis): Gejala demam, muntah, dehidrasi, diare, nyeri perut, mual.
2. Radang usus: Gejala demam, diare berdarah, nyeri perut.
3. Keracunan darah: Gejala demam, kehilangan berat badan, nyeri perut, pernapasan cepat, tekanan darah turun, hati membesar, menggigil, kehilangan nafsu makan, jantung berdebar, syok, limpa membesar.

Penyakit ini bisa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Kemudian mengikuti peredaran darah, bakteri ini mencapai hati dan limpa sehingga berkembang biak disana yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.

Gejala klinik demam tifoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain ;

1. Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.
2. Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.
3. Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.
4. Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).
5. Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.
6. Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.

Bila anggota keluarga kita ada yang menampakkan gejala-gejala seperti diatas, sebaiknya kita segera melakukan cek lab dan konsultasi dengan dokter keluarga kita. Karena bila kita langsung ke dokter tanpa dibarengi cek lab biasanya tetap juga doketr menyarankan kita cek darah untuk meyakinkan hipotesa atau diagnosa dari dokter tersebut. .

Diagnosa Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Untuk ke akuratan dalam penegakan diagnosa penyakit, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium diantaranya pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan Widal dan biakan empedu.

1. SGOT SGPT meningkat, leukopenia, leuukositosis relatif pada fase akut; mungkin terdapat anemia dan trombositopenia .Pemeriksaan darah tepi merupakan pemeriksaan sederhana yang mudah dilakukan di laboratorium sederhana untuk membuat diagnosa cepat. Akan ada gambaran jumlah darah putih yang berkurang (lekopenia), jumlah limfosis yang meningkat dan eosinofilia.
2. Uji serologis asidal (Titer O,H). Pemeriksaan Widal adalah pemeriksaan darah untuk menemukan zat anti terhadap kuman tifus. Widal positif kalau titer O 1/200 atau lebih dan atau menunjukkan kenaikan progresif.
3. Biakan kuman (darah, feses, urin, empedu) .Diagnosa demam Tifoid pasti positif bila dilakukan biakan empedu dengan ditemukannya kuman Salmonella typhosa dalam darah waktu minggu pertama dan kemudian sering ditemukan dalam urine dan faeces.

Sampel darah yang positif dibuat untuk menegakkan diagnosa pasti. Sample urine dan faeces dua kali berturut-turut digunakan untuk menentukan bahwa penderita telah benar-benar sembuh dan bukan pembawa kuman (carrier).

Sedangkan untuk memastikan apakah penyakit yang diderita pasien adalah penyakit lain maka perlu ada diagnosa banding. Bila terdapat demam lebih dari lima hari, dokter akan memikirkan kemungkinan selain demam tifoid yaitu penyakit infeksi lain seperti Paratifoid A, B dan C, demam berdarah (Dengue fever), influenza, malaria, TBC (Tuberculosis), dan infeksi paru (Pneumonia).

Perawatan dan Pengobatan Penyakit Demam Typhus (Tifoid)

Penderita dirawat dengan tujuan untuk isolasi, observasi, dan pengobatan. Klien harus tetap berbaring sampai minimal 7 hari bebas demam atau 14 hari untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus. Pada klien dengan kesadaran menurun, diperlukan perubahan2 posisi berbaring untuk menghindari komplikasi

pneumonia hipostatik dan dekubitus.
Perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit demam Tifoid atau types bertujuan menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta mencegah agar tak kambuh kembali. Pengobatan penyakit tifus dilakukan dengan jalan mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Pasien harus berbaring di tempat tidur selama tiga hari hingga panas turun, kemudian baru boleh duduk, berdiri dan berjalan.

Komplikasi Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Komplikasi yang sering apabila kita terlambat menangani dan menyepelekan gejala yang timbul karena daya tahan tubuh masing-masing orang tidak sama, dijumpai pada anak penderita penyakit demam tifoid adalah perdarahan usus karena perforasi, infeksi kantong empedu (kolesistitis), dan hepatitis. Gangguan otak (ensefalopati) kadang ditemukan juga pada anak.

Diet Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Penderita penyakit demam Tifoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain :

1. Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin & protein.
2. Tidak mengandung banyak serat.
3. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas.
4. Makanan lunak diberikan selama istirahat.

Pada mulanya penderita diberikan bubur saring kemudian bubur kasar untuk menghindari komplikasi perdarahan usus dan perforasi usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian makanan padat secara dini yaitu nasi, lauk pauk yang rendah sellulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman bagi penderita.

Bila anak anda dirawat dirumah sakit perhatikan menu makanan yang disiapkan dari rumah sakit karena tidak semua rumah sakit mempunyai ahli gizi yang melaksanakan rekomendasi dokter yang merawat, jadi kita harus selektif memilih makanan yang boleh dikonsumsi anak kita. Demikian juga bila pasien sudah diijinkan untuk rawat jalan biasanya para ibu menganggap anak sudah sembuh dan boleh makan semua makanan.

untuk kembali ke makanan “normal”, lakukan secara bertahap bersamaan dengan mobilisasi. Misalnya hari pertama dan kedua makanan lunak, hari ke-3 makanan biasa, dan seterusnya.

Penyakit dapat diatasi dengan beberapa cara bahkan kadang-kadang dapat dicegah. Oleh sebab itu jika pencegahan dilakukan maka pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Salah satu cara untuk mencegah penyakit adalah meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan kuman-kuman yang masuk ke alam tubuh.Tubuh yang mendapat makanan yang cukup bergizi akan lebih kuat melawan kuman daripada tubuh yang kekurangan gizi. Anak-anak yang kurang gizi akan lebih mudah sakit dibandingkan anak yang cukup gizi, oleh karena itu kita harus mengupayakan agar anak mendapat gizi yang cukup dan menerapkan pola hidup sehat berarti kita juga mencegah bahaya penularan penyakit.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit :

* Upaya pertama yang bisa dilakukan sebelum sakit adalah mempertinggi nilai kesehatan dengan cara menerapkan pola hidup sehat, pola makan sehat, pola pikir sehat dan menjaga lingkungan bersih dan sehat. Pola hidup lebih menekankan kepada kebiasaan dan prilaku keluarga yang sangat berhubungan dengan aktivitas sehari-hari, apakah kita punya kebiasaan berolahraga, istrirahat yang cukup dan punya waktu untuk bersantai. Pola makan keluarga menentukan asupan gizi yang dibutuhkan oleh masing- masing anggota keluarga sesuai dengan umur dan aktivitas serta pantangan untuk masing-masing anggota keluarga, dan ini bila ada kasus alergi terhadap makanan. Ibu harus pandai mengkreasikan menu makanan sehari-hari dengan asumsi disesuaikan dengan dana yang ada. Hilangkan asumsi bahwa makanan mahal pasti sehat ataupun makanan yang sehat pasti mahal. Karena kita harus memahami bahwa bahwa makanan yang baik harus dilihat dari komposisi gizi dan kreatifitas penyajian yang menggugah selera. Pola pikir sangat menentukan kebahagiaan seseorang, setiap orang punya masalah tetapi tinggal bagaimana kita menyikapi setiap persoalan dengan bijak dan yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada solusi dan jangan menumpuk dan memendam masalah dalam keluarga. Buatlah rumah kita seperti surga dalam pikiran yang sehat ada badan yang sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat sangat terkait dengan lingkungan fisik tempat tinggal kita. Rumah yang sehat adalah rumah yang ukurannya sesuai dengan jamlah anggota keluarga, mempunyai sirkulasi dan ventilasi yang bagus dan secara estetika nyaman di pandang.
* Upaya kedua dalah menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang sumber dan cara penularan penyakit .gejala-gejala dini dan penanganan pertama untuk mencegah kondisi akut..

Akhir-akhir ini panyakit typus lebih banyak menyerang anak-anak mulai dari usia balita sampai mahasiswa (banyak mahasiswa saya yang terkena typus), biasanya karena pola makan dan pola hidup yang kurang baik)

Beberapa tips yang bisa dilakukan ibu –ibu untuk mencegah anak kita terkena typus adalah dan mencegah penularannya :

· Mengolah makanan untuk keluarga dengan mengutamakan higiene sanitasi dan kebutuhan gizi keluarga

· Membiasakan anak untuk makan di rumah secara teratur , karena makanan yang diolah dirumah higiene sanitasinya lebih terjamin daripada membeli makanan diluar rumah seperti diwarung ataupun jajanan sekolah yang tingkat keamanan dan higiene sanitasi tidak kita ketahui.

Dengan mengetahui cara penyebaran penyakit, maka dapat dilakukan pengendalian. Yaitu bila ada salah seorang anggota keluarga kita terkena typus, alat-alat makannya sementara disendirikan dulu dan dicuci bersih dengan sabun yang mengandung antiseptik agar tidak menulari anggota keluarga yang lain

membersihkan lingkungan secara teratur , perlindungan terhadap suplai makanan dan minuman, peningkatan kebiasaan hidup sehat serta mengurangi populasi lalat (reservoir).

Sterilisasi pakaian, bahan, dan alat-alat yang digunakan penderita dengan menggunakan antiseptik. Mencuci tangan dengan sabun.

Sebagai bagian dari masyarakat ,kita bisa berbagi ilmu pengetahuan yang kita miliki untuk memberikan pendidikan kesehatan secara berkala kepada ibu-ibu di lingkungan sekitar kita. Perlu juga kita menyarankan agar pemerintah dalam hal ini Departemen kesehatan membina higiene sanitasi pengolahan makanan para penyaji dan penjual makanan skala kecil maupun menengah, karena biasanya mereka kurang memperhatikan hal tersebut.

36 thoughts on “Mengenal Penyakit Typhus, yang Ternyata Sangat Menular

  1. Iyan

    Beritanya pas sekali karena saya sedang mencari informasi apakah penyakit tifus menular atau tidak.
    Terima kasih banyak untuk penjelasan yang mendetail

    Reply
  2. wiwid

    anak prempuan sy umur 1,5Thn skg lg kna typus,pdhal 1Minggu yg lalu br plg dr opname,tp pnas nya naik trun bahkan tinggi,untuk pngobatan sy bri dr resep dokter dan vermint(Cacing kring),ada masukan gk? agar anak sy cpat sembuh,thx…

    Reply
    1. admin Post author

      Salam mbak Wiwid,

      Semoga anaknya lekas sembuh. Saran saya carilah cacing “sonari” sebagai obat alternatif untuk typus. Cacing sonari ini adalah cacing yang hidup dipegunungan dan memiliki ciri khas bernyanyi di malam hari. Yang beredar dipasaran saat ini kebanyakan bukanlah cacing sonari sehingga kemujarabannya juga masih diragukan.
      Untuk daerah yang banyak cacing sonarinya adalah di daerah Cianjur Gunung Gede. Tapi mingkin di daerah lain juga banyak, pokoknya dipegunungan.

      Namun anda tidak perlu khawatir, saya yakin dengan penanganan dokter yang sekarang pasti typusnya segera sembuh.
      Terimakasih

      Reply
  3. thary

    duh info nya sangat menarik skali, ma ksh atas artikel yg brmanfaat ini. kebetulan anak sy d diagnosa gejala typus. Br gejala aja sy udah pusing, tp skrang sy sdh agak mengerti sdkt. Permasalahannya, namanya anak srh istrahat tduran, pasti ga betah, jd ya tetep aj maen, walhasil malemnya kambuh…kbtlan sy sdng hamil, kira2 bahaya ga ya u/ by dlm kandungan saya…

    Reply
  4. Dina nurmina

    anak sy terkena typus nih.padahal udah lama ga kambuh,tp karena cuaca seperti ni jadi agak teledor merawat.kira2 bisa gak ya sembuh?apa harus d bw k rumah sakitkah supaya cepat sembuh,or rawat inap?

    Reply
  5. sri sujatmiati

    sy positif typus, tp ga pk demam tinggi. hanya demam biasa kayak mau flu. tensi 80/70.tp dah 9 hr koq lemesnya blm hilang ya? krn ga ada yg ngladeni jd sy ga pantang makan. mknn sehari2 masuk, malah krn ga mood makan jd sy ga makan nasi, cm ngemil roti sm vitamin. ada saran?

    Reply
  6. mm ian n arya

    dampak dr tipes bikin lemes ya? sy sdh 3 minggu msh jg lemes pdhal makan dan vitamin sdh cukup.. gmna cara mengembalikan badan agar fit kembali?

    Reply
  7. Fitri

    Salam kenal,
    Bu, sebulan yang lalu (20/2/2012) saya di diagnosa tyfus, hasil lab yg S.Paratypii B-H 1/160, yg lain negatif. Seminggu saya istirahat di rmh, kt dokternya ga perlu opname. Saat di rmh, makan lunak, ga mkn sayur&buah, minum susu. Seminggu kmudian sy kmbali ke kampus. Tgl (7/3/2012) sy kembali cek widal, hasil lab s. typii H (1/160) ,s.typii O (1/320), s. paratypii AH ((1/160),s. paratypii BH (1/320), s. paratypii CH (1/160). Kata dokter yg periksa hrs jaga makan lg, ga perlu opname, ga perlu minum antibiotik lg, hny diberi enzim, dan obat unt lambung.
    Yg sy mau tanya, apa perbedaan S.typii dan S.paratypii? Lebih bahaya yg mana?
    Terimakasih bu

    Reply
  8. wardinah

    berdasarkan hasil lab, anak saya (5,5) menderita typus. Akan tetapi setiap minum obat selalu dimuntahkan. Bagimana salusi terbaik? Apa harus rawat inap?

    Reply
  9. Hevi

    Alhamdulillah akhir’a dapat jawaban dari apa yg saya cari…
    tepat sekali dari apa yg ada pda artikel ini dengan apa yg saya alami sekarang.. kebetulan saya sedang menderita penyakit itu. sangat bermanfaat sekali informasinya. terimakasih semoga informasi ini juga bermanfaat bagi semuanya…:)

    Reply
  10. wiwin

    terima kasih untuk artikel ini, saya dpt menambah ilmu tentang typus…saya sgt kaget test lab anak saya malaria n typus…penyakit yg tdk saya bayangkn…mksh sekali lg ats infoy…

    Reply
  11. armanson saragih

    kenapa yach typus itu sering berulang ulang padahal saya udah tiga kali kenanya rasanya bosan juga tiap sakit selalu typus tiap sakit selalu tipus apakah nggak ada ya obat paten untuk typus agar jangan kambuh kambuh lagi

    Reply
  12. lilik

    mkacih bwt infonya,
    dri kcil q srg typus n taun ini 2x typus,
    cek widal trahir tgl 15/6/2012 s.typhi o 1/320, s.typhi h 1/80.
    Ada g ya imunisasi atw vaksinasi typus?biar g kambuh lg
    pantang mkanan pa saja n brpa bln biar g kmbuh?

    Reply
  13. bona

    Klo gak ada cacing sonari boleh yg lain gak?
    Soalnya dimedan gak ada yg kenal,
    mohon penjelasannya,?
    Terimakasih.

    Reply
  14. nugraha putra

    saya d diagnosa gejala typus,udh hr ini saya tdk msk krj…utk sembuh total perlu brp hr dan apakah bisa kambuh lagi?terima kasih jawabannya…

    Reply
  15. ellen

    anak sy berumur 4,5 th, kena typs dan d rawat/opname d RS selama 4 hari, alhamdulillah sdh sembuh, tp 3 hr kmd panasnya kambuh lg dan ada keluhan sakit menelan, mual, sakit perut, pusing, anak sy sgt aktif, bermain trs, susah utk d suruh istiahat, skrg libur lebaran, dokter praktek msh tutup….mohon solusi, mungkin ada obat herbal/alami…trimakasih

    Reply
  16. hendera

    Baru ketawan positif salmonela typi. akhirnya ashraf 3,8th lgsung rawat inap. panasnya naik turun slama 3hr, tp saya tolak infus utk antibiotik, krn makan & minum obat Af masih normal spt ga lg sakit &dokter pun stuju slama obat & makan masih doyan. yg kuatir adeknya baru 6 bln jg panas turun naik kl mlm hari. apakah tertular ?

    Reply
  17. Pipin

    Anak saya positive typus…sudah 2 minggu berangsur baik…tp masuk Minggu ke 3..demam lagi..sudah ke dokter katanya virus…karena daya tahan tubuhnya masih drop..ada solusi?…salah di manakah dalam hal perawatan atau makanan?

    Reply
  18. Marlinda K.Dewi

    Mba..ibu saya di diagnosa terkena tifus dan liver.tp beliau bnr2 tidak mau dibawa k rumah sakit.jd sudah hampir 1 minggu di rawat di rumah..padahal obat kadang ga masuk&di muntahkan kembali..

    Yg jd masalah,saya ingin sekali nengok..tp sy jg punya bayi 3bulan..bagaimana,apakah aman membawa bayi ke lingkungan rumah tersebut?mohon info&masukannya.trim’s

    Reply
  19. Dicky

    Thanks infonya… sangat bermanfaat skli & bs saya jadikan pedoman d dlm mngatasi pnyakit terutama typhus yang ternyata sangat mnular kbnaran saat ini saya sdng d opname krna terserang pnyakit typhus.

    Reply
  20. lidya

    Trimakasih informasinya, saya merasa diberkati, apalagi anak pertama saya sedang mengalaminya, padahal saya sudah sangat menjaga asupan makananya, tapi ketika disekolah dia lihat temanya jajan dia ikut-ikutan

    Reply
  21. Buku jogja

    jd teringat pas pertama kali ngekos pas smp, gara2 ibu kosnya pelit ngasih makan anak2 kosnya, jadilah aku sakit gejala tipus… untunglah segera pindah kos, klo ga pa jadinya tubuhku ni….. :) :) :)

    Reply
  22. asrun

    artikelnya sangat bermanfaat,
    saya kena typus ,sudah 3 hari terbaring dikasih sama mantri antibiotik novachalor,alhamdulillah nggk lemas,nggk sakit kepala,cima perut yg sakit,saya kombinasikan dengan kapsul cacing,dan gamat,.moga besok sudah baikan……menurut info supaya nggk lemas,minum susu kolostrum….

    Reply
  23. adji

    Sy cm mo sharing pengalaman aja..siapa tau cocok..sy pernah kena typus..lab s.typhy n paratyphy 1/160 n 1/320..demam 4 hr gak turun2 meski d br parasetamol..wkt itu sy cm takut DB aja..ternyata stlh di lab hsl nya typus..sempat 1 hr opname tp sy minta rawat jalan aja..sbb sy pikir typus udah ada antibiotiknya..tinggal ngrawat tukak lambung n usus..ternyata sy browing itulah yg menyebabkan bdn jd lemas..makanan tdk terserap dgn sempurna oleh usus shg krj usus menjd berat dikrnkan adanya tukak td..sy browing lg..dan obatnya adalah kunir dan propolis..keduanya bs slg krjsm utk menyembuhkan tukak lambung n usus..kunir empu 5 bj diparut trus diperas..diberi madu biar enak rasana..lakukan 3x sehari slm 5 hr insya Allah sembuh n tdk lemas..utk propolisny klo bs jg sesering mungkin..terserah propolis yg mana aja..mnrt sy sama aja..alhamdulillah sampai saat ini sy tdk kambuh2 lg..sy sakit taun 2012 bln des..semoga bermanfaat

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>