Inilah Bunglon Terkecil di Dunia

Inilah dia bunglon terkecil di dunia yang pernah ditemukan sampai saat ini:

bunglon terkecil

Pakar Biologi Jerman dan Amerika Serikat mengumumkan keberadaan bunglon terkecil di dunia yang ditemukan di sebuah pulau di Madagaskar beberapa tahun lalu, pada hari Kamis (16/02/2012). Bunglon yang diberi nama ‘Brookesia micra’ tersebut memiliki tubuh sepanjang 16 milimeter atau total 29 milimeter jika dihitung berikut ekornya. (Foto: REUTERS/ Zoologische Staatssammlung Muenchen)

Berikut ini adalah koleksi foto bunglon terkecil lainnya:

Artikel lainnya yang dikutip dari tempo:
Bunglon Terkecil Dunia Ada di Madagaskar

Bunglon bagi sebagian orang adalah binatang menjijikkan. Namun spesies bunglon terkecil dunia yang ditemukan di sebuah pulau dekat Madagaskar begitu menggemaskan. Semua orang jadi menyukainya.

Bunglon terkecil di dunia itu dinamai Brookesia micra. Sekelompok ilmuwan dalam ekspedisi rimba utara Madagaskar menemukannya sepanjang tahun 2003 hingga 2007. Peneliti harus menembus kawasan hutan di malam hari untuk menemukan kadal mungil ini. Maklum binatang ini hanya bisa ditemukan berdian diri di malam hari.

Lokasi peristirahatan binatang ini berada pada ketinggian sepuluh sentimeter dari tanah. Karena itu peneliti harus membungkuk untuk melihat kadal mini. Begitu terlihat, peneliti bisa mengangkat binatang ini dengan mudah layaknya memetik stroberi.

Peneliti menemukan empat spesies kadal mini. “Tiga di antaranya merupakan spesies baru,” kata peneliti utama dari Museum of Natural History, Munich, Frank Glaw.

Ukuran kadal yang amat kecil menyulitkan peneliti menemukan perbedaan pada setiap spesies. Karena itu mereka harus memeriksa tubuh bunglon menggunakan kaca pembesar.

Brookesia micra merupakan spesies terkecil. Bunglon ini memiliki panjang puncak hidung-anus sekitar 16 milimeter atau sedikit lebih besar ketimbang ujung pentul korek api. Sementara panjang rata-rata dari puncak hidung ke ujung ekor sekitar 30 milimeter. Peneliti memperkirakan binatang ini bisa mencapai ukuran sekarang sebagai kasus ekstrem pengecilan ukuran tubuh–disebut miniaturisasi–yang terjadi di habitatnya.

Bunglon terkecil menarik dipelajari karena peneliti ingin mengetahui sampai batas mana organ tubuh bisa mengecil dan masih menunjang kehidupan hewan bertulang belakang. Hingga saat ini peneliti belum mengetahui batas miniaturisasi binatang. Karena itu masih terbuka kesempatan menemukan spesies bunglon yang lebih kecil daripada Brookesia micra.
sumber: vivanews,tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>